Kamis, 28 Februari 2013

Perspektif Motivasi

PERSPEKTIF TENTANG MOTIVASI
Perspektif Behavioral

Perspektif behavioral menitik beratkan pada reward dan punishment eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi seseorang. Insentif adalah peristtiwa atau stimuli positif atau negatif yang dapat memeotivasi perilaku seseorang. Pendukung penggunaan insentif menekankan bahwa insentif dapat menambah minat atau kesenangan pada pelajaran, dan mengarahkan perhatian pada perilaku yang baik dan menjauhkan mereka dari perilaku yang tidak baik.
Insentif yang dipakai guru di kelas antara lain nilai yang baik, yang memberikan indikasi tentang kualitas pekerjaan murid, dan tanda bintang atau pujian jika mereka menyelesaikan suatu tugas dengan baik. Insentif lainnya antara lain memberi penghargaan atau pengakuan pada murid – misalnya memamerkan karya mereka, memberi sertifikat prestasi, memberi kehormatan, atau mengumumkan prestasi mereka. Tipe insentif lainnya difokuskan pada pemberian izin kepada murid untuk melakukan sesuatu yang spesial, seperti aktivitas yang mereka inginkan, sebagai ganjaran atas hasil mereka yang baik. Insentif ini berupa jam istirahat lebih, izin memainkan game di komputer, perjalanan, atau bahkan pesta.
Contoh: Orang tua mengajari anaknya dalam bentuk reward, setiap kali anaknya berbuat baik maka anak itu akan di beri reward. Dengan demikian dia akan termotivasi untuk terus berbuat baik.

Perspektif Humanistik

Perspektif humanistik menitik beratkan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih tujuan mereka. Perspektif ini berhubungan erat dengan pandangan Abraham Maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskan dahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi. Menurut Hierarki Kebutuhan Maslow, kebutuhan individual harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut :


· Fisiologis : lapar, haus, tidur
· Keamanan (safety) : bertahan hidup, seperti perlindingan dari perang dan kejahatan
· Cinta dan rasa memiliki : keamanan (seurity), kasih sayang, dan perhatian dari orang lain.
· Harga diri : menghargai diri sendiri
· Aktualisasi diri : realisasi potensi diri

Contoh: Seorang anak akan lebih termotivasi dan aktif dalam belajarnya apabila diberikan fasilitas kendaraan ke sekolah  dibandingkan dia harus naik angkot / antar-jemput.

Perspektif Kognitif

Menurut perspektif kognitif, pemikiran murid akan mengarahkan motivasi mereka. Minat ini berfokus pada ide-ide motivasi internal murid untuk mencapai sesuatu, atribusi mereka (persepsi tentang sebab-sebab kesuksesan dan kegagalaan, terutama persepsi bahwa usaha adalah faktor penting dalam prestasi), dan keyakinan mereka bahwa mereka dapat mengontrol lingkungan mereka secara efektif.
Jadi, perspektif behavioris memandang motivasi sebagai konsekuensi dari insentif eksternal, sedangkan perspektif kognitif berpendapat bahwa tekanan eksternal seharusnya tidak dilebih-lebihkan. Perspektif kognitif merekomendasikan agar murid diberi lebih banyak kesempatan dan tanggung-jawab untuk mengontrol prestasi mereka sendiri.
Perspektif kognitif tentang motivasi sesuai dengan gagasan R.W. White (1959), yang mengusulkan konsep motivasi kompetensi, yakni ide bahwa orang termotivasi untuk menghadapi lingkungan mereka secara efektif, menguasai dunia mereka, dan memproses informasi secara efisien. 
Contoh: Seorang Mahasiswa yang sedang menjalin hubungan cenderung akan berprestasi dalam belajarnya ketika ia bahagia menjalin hubungan dengan pasangannya. Akan tetapi jika ia tidak bahagia dalam hubungannya (patah hati) maka akan sangat berpengaruh pada prestasi belajarnya, prestasinya akan buruk dan ia tidak memiliki semangat atau motivasi lagi.

Perspektif Sosial

Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman, yaitu kebuthuhan sosial, teman, dicintai dan mencintai serta diterima dalam pergaulan kelompok karyawan dan lingkungannya. Kebutuhan afiliasi murid tercermin dalam motivasi mereka untuk menghabiskan waktu bersama teman, kawan dekat,keterikatan mereka dengan orangtua, dan keinginan untuk menjalin hubungan positif dengan guru.
Contoh: Seorang mahasiswa yang senang berteman dengan mahasiswa lain karena teman-temannya yang baik akan termotivasi untuk sering datang ke kampus (kuliah) karena ia merasa nyaman saat dia bersama teman-temannya dan itu dapat meningkatkan prestasi belajarnya.

sumber: buku psikologi pendidikan (john W. Santrock)
editing by: Arif mubarakallah (12-122)

Minggu, 24 Februari 2013

TvOne dan ARB



jujur, saya seorang yang sangat menyukai politik, mungkin saya selalu mengikuti perkembangan politik di indonesia maupun dunia. saya seorang yang sangat senang membaca koran dan menonton berita...tadi malam, tepatnya tanggal 24/02/2013 saya menonton acara yang ada di TvOne - Indonesia Lawyer Club. pembahasannya adalah "presiden menagih utang lapindo"..

TVONE ..........


Dalam penggunaan istilah saja pihak ARB dan Golkar tidak mau menggunakan sebutan yang umumnya dipakai untuk kasus lumpur ini, yakni “Lumpur Lapindo”. Mereka selalu menggunakan sebutannya sendiri, “Lumpur Sidoarjo.” Karena, sebutan “Lumpur Lapindo” dianggap mempunyai makna Lapindo-lah yang menyebabkan musibah itu terjadi. Padahal mereka tidak mau mengakui hal tersebut. Jadi, sebutan “Lumpur Sidoarjo”-lah yang dipakai. Seolah-olah Sidoarjo-lah yang bertanggung jawab sendiri atas semburan lumpur panas tersebut, bukan pihak Lapindo/ARB.
Jadi, siapakah yang sesungguhnya “pihak yang tidak bertanggung jawab”, itu ???

Mempolitisasi kasus lumpur Lapindo, dan memanfaatkan penderitaan korban lumpur Lapindo demi kepentingan politik jangka pendek ARB jelas-jelas tergambar pula dalam tayangan berita Kabar Petang di TV One (Senin, 28 Mei 2012). Yang menampilkan berita tentang 6 tahun musibah lumpur Lapindo, tetapi dari angle yang sama sekali berbeda. Dari sisi pemanfaatan TV One miliknya itu untuk pencitraan dan kepentingan politiknya itu kita maklumi saja. Tetapi, kalau memanfaatkan korban lumpur Lapindo yang selama ini dibiarkan terkatung-katung selama 6 tahun, dan kemudian sekarang seolah-olah sungguh-sungguh menaruh perhatian kepada meraka, padahal sebenarnya hanya memanfaatkan mereka demi kepentingan politik ARB dan Golkar? Apakah juga kita harus maklumi?

Kalau di mana-mana ARB dicerca karena kasus lumpur Lapindo, di TV One beliau justru menjadi pahlawan. Tayangan beritanya persis seperti di iklan-iklan kampanye capres. Sayangnya cara penayangan tersebut terkesan kuat dimanipulasi untuk mendapat kesan ARB sebagai sosok pahlawan korban lumpur Lapindo. Bahkan didukung masyarakat korban lumpur Lapindo. Sebaliknya, pihak pemerintahlah yang harus bertanggung jawab.
Di tayangan Kabar Petang itu diperlihatkan kunjungan ARB ke Ciamis, Jawa Barat, bertemu dengan sekelompok massa (saya lupa dari mana), dan sejumlah anak-anak sekolah yang membawa bendera merah-putih mengelu-elukan ARB, bak kunjungan seorang presiden. Di bawahnya tercantum teks: “ICAL: KEWAJIBAN DI WILAYAH PETA TERDAMPAK SUDAH TUNTAS”. Relevansinya apa antara isi berita, teks berita dan gambar tayangannya itu?
Orang yang kurang teliti menonton Kabar Petang itu, mengira bahwa kunjungan ARB itu adalah ke masyarakat korban lumpur Lapindo yang bermasalah itu. Padahal tidak. Tayangan videonya kunjungan dia ke Ciamis, tetapi teks di bawahnya menyatakan bahwa kewajiban Lapindo/ARB telah tuntas, dan seruan kepada pemerintah agar menuntaskan pembayaran ganti rugi kepada korban lumpur Lapindo. Secara teliti saya terus memperhatikan dan itu benar adanya.


Kalau memang ARB sudah yakin bahwa kewajiban pihaknya sudah tuntas, tentu dia tidak akan segan-segan datang berkunjung langsung, bertatap muka dengan masyarakat korban lumpur Lapindo itu. Diliput oleh TV One. Bukan seperti ini; lain gambarnya (kunjungan ARB di Ciamis dan dieleu-elukan), lain pula teksnya beritanya (tentang kewajiban ARB terhadap korban lumpur Lapindo sudah tuntas).
Dari tayangan di TV One itu juga terkesan bahwa masyarakat korban lumpur Lapindo telah diprovokasi, dengan mendorong mereka untuk menyerukan kepada pemerintah agar membayar ganti kerugian kepada mereka. Bukan lagi, menuntut kepada pihak Lapindo/ARB. Entah apakah itu seruan asli dari korban lumpur Lapindo, atau bukan, yang jelas di Kabar Petang itu TV One hanya menayangkan gambar sejumlah korban lumpur Lapindo, dan di bawahnya tercantum teks: WARGA BERHARAP PEMERINTAH BAYAR LAHAN MEREKA.
*
Di GlobalTV yang katanya akan mengfokuskan pada TV berita, Karni disinyalir ingin mengembalikan jati dirnya sebagai jurnalis profesional yang independen. dengan mengedepankan etika jurnalis yang tidak terbelengggu oleh masalah hukum, kepentingan bisnis dan politik dari sang pemilik.
Pemilik GlobalTV memang adalah Hary Tanoesoedibyo, yang telah masuk di jajaran Partai Nasdem. Juga adalah seorang pengusaha besar, seperti Aburizal Bakrie. Tetapi, dibandingkan dengan Aburizal Bakrie, tentu saja sampai hari ini relatif Harry jauh dari masalah-masalah besar. Tidak seperti Aburizal yang sarat dengan berbagai masalah, mulai dari kasus Gayus, Bakrielife yang masih bermasalah dengan nasabah-nasabah asuransinya, persoalan di Bursa Efek Jakarta, lumpur Lapindo, sampai konflik di internal Golkar.
Soal Golkar, yang disebutkan Karni Ilyas, tidak setiap hari, atau tidak sering-sering muncul di tvOne memang ada benarnya. Kita tidak seringkali disodori acara-acara Golkar di tvOne. Tidak demikian dengan MetroTV. Yang termasuk sering menyiarkan acara-acara yang diselenggarakan oleh Partai Nasdem, milik Surya Paloh. Cukup sering kita merasa seperti dipaksakan untuk menonton acara-acara seremodial Partai Nasdem yang sebenarnya tidak penting bagi kita.
Awak MetroTV, termasuk Pimpinan Redaksinya, tentu tak bisa berbuat banyak. Mana berani Pimpinan Redaksinya menolak acara Partai Nasdem itu ditayangkan diMetroTV?

Sumber : Indonesia Lawyer Club (24/02/2013)
by: Arif Mubarakallah (12-122)


Sabtu, 23 Februari 2013

(proud) Anas Urbaningrum

Anas Urbaningrum Pastinya saat ini dia adalah tokoh yang paling kontrofersial karena namanya sering disebut sebut oleh nazarudin yang tersandung dengan kasus korupsi wisma atlet nahhh untuk lebih mengenalnya berikut sedikit saja Informasi mengenai Anas Urbaningrum, sebelumnya marikita lihat apa saja yang dia perbuat di Indonesia Ini


Nama: Anas Urbaningrum

Tanggal Lahir: 15 Juli 1969
Tempat Lahir: Blitar, Jawa Timur,
Agama: Islam

Pekerjaan: Anggota DPR RI

Jabatan: Ketua Umum Partai Demokrat 2010-2015

Pendidikan:  

  • Sarjana Ilmu Politik Universitas Airlangga  tahun 1992
  • Magister Sains Ilmu Politik UI  tahun 2000
  • Program doktor di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta

Pemilu, dalam pandangan Ketua DPP Partai Demokrat, mantan Ketua Umum PB HMI periode 1997 1999 dan mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), ini adalah sebuah kompetisi berbagai kekuatan politik. Karena Pemilu harus membuka peluang terjadinya kompetisi yang fair dan transparan.


Maksudnya, masing masing kontestan Pemilu memiliki kesempatan dan peluang yang sama, untuk mengekspresikan ideologi politik masing masing. Melalui mekanisme itu akan terjadi proses belajar antara satu kontestan dengan kontestan yang lain, serta terbangun pluralisme politik. "Rakyat yang akhirnya akan memberikan penilaian. Sebab rakyatlah juri yang paling adil," kata mantan Ketua Umum PB HMI periode 1997 1999 ini.

Jangan mengaitkan usia dengan karier atau jabatan," ujar Drs. Anas Urbaningrum, MA. singkat. Laki laki kelahiran Blitar, 32 tahun yang lalu ini, tercatat sebagai anggota paling muda di antara sebelas anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Anas memang dikenal sebagai figur yang cerdas dan berpenampilan kalem. Walau kalem, dalam berbagai forum ia bisa galak. Kolomnis sejumlah media dan Direktur Komunitas untuk Transformasi Sosial (Katalis), ini juga piawai beretorika baik lisan maupun tulisan, suatu hal yang jarang ditemukan pada orang seusianya.

Sejak SD hingga perguruan tinggi, ia selalu juara. Mahasiswa Teladan dan lulusan terbaik Universitas Airlangga ini, juga dikenal aktif berorganisasi sejak SMP. Saat sekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kunir, Blitar ia tercatat sebagai Sekretaris OSIS. Lalu menjadi Pengurus OSIS SMA Negeri Srengat, Blitar.
Dari OSIS, Anas melangkah lebih jauh, memimpin organisasi kemahasiswaan berskala nasional: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Anas adalah Ketua Umum PB HMI periode 1997 1999.

Sebelum terpilih menjadi anggota KPU, Anas sempat pula berkantor di tempat yang sama tahun 1999. la saat itu sebagai anggota Tim Persiapan Pembentukan KPU sekaligus anggota Tim Verifikasi Partai Politik Peserta Pemilu, yang dikenal pula dengan sebutan Tim Sebelas. Alumni Pasca Sarjana UI ini, juga tercatat sebagai anggota Tim Revisi Paket Undang Undang Politik yang dibentuk Departemen Dalam Negeri.

Sekarang Anas Menjabat Anggota DPR RI  dan Sekaligus sebagai Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2010-2015.


Riwayat pekerjaan

    * Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat 2010-2015
    * Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Periode 2009-2014
    * Pimpinan Kolektif Nasional KAHMI, 2009
    * Ketua Yayasan Wakaf Paramadina, 2006-sekarang
    * Ketua DPP Partai Demokrat, 2005-sekarang
    * Anggota KPU Periode 2001-2005
    * Anggota Tim Seleksi Parpol Peserta pemilu 1999 (tim 11), 1999
    * Anggota Tim Revisi UU Politik (tim 7), 1998
    * Ketua Umum PB HMI Periode 1997-1999 

Buku dan karya ilmiah
1. Bukan Sekadar Presiden, 2009
2. Takdir Demokrasi, 2009
3. Menjemput Pemilu 2009, Jakarta : Yayasan Politika, 2008
4. Melamar Demokrasi, Jakarta : Republika, 2004
5. Islamo-demokrasi : Pemikiran Nurcholish Madjid, Jakarta : Republika, 2004
6. Pemilu Orang Biasa, Jakarta : Republika, 2004
7. Ranjau-Ranjau Reformasi : Potret Konflik Politik Pasca Jatuhnya Soeharto, Jakarta : Raja   Grafindo Persada, 1999.
8. Jangan Mati Reformasi, Jakarta : Yayasan Cita Mandiri Indonesia, 1999.
9. Menuju Masyarakat Madani : Pilar dan Agenda Pembaruan, Jakarta : Yarsif Watampone, 1997.

Referensi: tokohindonesia.com dan id.wikipedia.com

resume/editing by : Arif Mubarakallah