Kamis, 21 Maret 2013

testimoni belajar online



mungkin pada ulasan saya kali ini saya akan sedikit membahas kefektivan dak ketidak efektivan belajar melalui online. pada minggu lalu saya belajar menggunakan media online, yaitu G-Talk.Belajar secara online dan e-learning sama-sama menggunakan media pembelajaran berbasis electronic yang terkoneksi ke internet dan bersinergi dengan hardware yang lain.

Media Internet dan Intranet Kedua-duanya menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer lokal (LAN= Local Area Network), jaringan yang lebih luas (WAN= World Area Network) maupun komputer tunggal yang berdiri sendiri (standalone).
Belajar secara online dan e-Learning memungkinkan peserta belajar  untuk belajar melalui komputer di tempat masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas.
Belajar secara online dan e-Learning sering dipahami sebagai bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet dan internet.

Komponen belajar secara online, yaitu:
  • Infrastruktur belajar secara online dapat berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia.
  • Sistem dan aplikasi belajar secara online menggunakan perangkat lunak misalnya Windows dan program aplikasi yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional.
  • Konten belajar secara online bisa dalam bentuk multimedia interaktif atau berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa.
Mungkin secara pribadi saya sangat setuju dengan proses belajar online ini, selain dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai internet mahasiswa juga bisa mendapatkan banyak informasi dari dalamnya. Ada pula ketidakefektivannya adalah susahnya memahami perintah dosen Karena tidak bertatap muka dan terganggunya masalah jaringan online. Tetapi secara keseluruhan saya akan sangat senang jika di fakultas psikologi ini diterapkan system belajar online.

Komitmen Terhadap Fakultas psikologi Universitas Sumatera Utara


Assalamualaikum  wr.wb

Nama               : Arif Mubarakallah
Nim                 : 121301122
Fakultas           : psikologi

Saya yang bernama diatas, selaku mahasiswa fakultas Psikologi Universitas Sumatera utara berjanji dan berkomitmen penuh pada fakultas psikologi Universitas Sumatera Utara. Saya berjanji akan mengikuti segala kegiatan yang diadakan oleh pihak fakultas melalui pihak Dekanat maupun organisasi mahasiswa yang ada di fakultas ini sebagai bentuk tanggung jawab saya selaku mahasiswa fakultas psikologi. Hal ini saya lakukan atas dasar komitmen saya terhadap fakultas psikologi tercinta ini saya berjanji dan akan berusaha penuh taat pada peraturan dan tata tertib fakultas psikologi universitas sumatera utara sebagai bentuk loyalitas saya kepada fakultas ini serta terus mendukung fakultas psikologi ini dalam berbagai acara dan juga kegiatan mahasiswa untuk fakultas tercinta ini kedepannya lebih baik lagi. Mungkin komitmen saya ini belumlah sesuai dengan harapan, tetapi saya tulus dan benar-benar bersungguh-sungguh dalam menyatakan komitmen ini.
            Dewasa kini saya banyak melihat beberapa mahasiswa yang mungkin kurang memperhatikan atau menghiraukan bebarapa kegiatan yang diadakan oleh pihak fakultas maupun organisasi mahasiswa di fakultas psikologi ini, saya turut prihatin dan sedih melihat kejadian ini. Tidak seharusnya mahasiswa berlaku seperti itu. Ketika mereka memilih untuk menjadi mahasiswa fakultas psikologi universitas sumatera utara maka disitu pula mereka bertanggung jawab penuh atas fakultas ini serta secara tidak langsung mereka telah berkomitmen terhadap fakultas ini untuk terus berprestasi dalam bidang apapun dan juga ikut mengharumkan nama fakultas ini untuk kebaikan individu sendiri maupun kebanggan bagi fakultas psikologi tercinta ini. Disini saya tidak membicarakan atau menjelek-jelakkan mahasiswa lain, tetapi hanya sekedar bentuk keprihatinan atas ketidak pedulian mereka terhadap fakultas ini, mungkin termasuk saya sendiri. Mahasiswa memiliki berbagai potensi dan kreativitas yang beragam yang mungkin sulit untuk dimiliki oleh manusia kalangan non-mahasiswa. Dimulai dari fakultas inilah seharusnya seorang mahasiswa melakukan perubahan yang lebih baik terhadap bangsa ini karena ini merupakan gerbang dasar untuk kita menuju ke tujuan kita di masa depan, maka dari itu saya selaku mahasiswa fakultas psikologi sumatera utara berkomitmen penuh terhadap fakultas ini sebagai bentuk rasa cinta saya yang sangat amat dalam terhadap fakultas psikologi iniversitas sumatera utara tercinta ini
Tidak lupa pula saya meminta maaf atas ketidak hadiran saya pada acara “gerak-jalan” yang diadakan oleh fakultas psikologi universitas sumatera utara beberapa waktu lalu, hal ini tidaklah saya sengaja dan saya memiliki alasan atas ketidak hadiran saya. Ada pula pada saat itu saya berhalangan hadir karena saya telah pulang ke kampung halaman karena ada acara keluarga. Dengan ini saya menyatakan sangat menyesal atas sedikit keingkaran komitmen saya terhadap fakultas tercinta ini dan berjanji serta berkomitmen tidak akan mengulangi lagi kesalahan ini.
Demikian pernyataan komitmen saya terhadap fakultas psikologi tercinta ini saya buat sebagai permohonan permintaan maaf dan penyesalan yang sangat amat besar karna kurangnya perhatian serta komitmen saya kelalaian terhadap fakultas ini karena tidak mengikuti kegiatan “gerak-jalan” yang diadakan oleh fakultas psikologi tercinta ini beberapa waktu lalu. Dengan penuh rasa tanggung dan rasa menyesal saya berjanji kejadian ini tidak akan teruang lagi.



Kamis, 14 Maret 2013

Civitas Akademika Psikologi Bangga Kepada Tim FPsi Walau Kalah 0-2 Dari Tim Pertanian.


Civitas Akademika Psikologi Bangga Kepada Tim FPsi Walau Kalah 0-2 Dari Tim Pertanian.

3
Gambar 1. Foto Bersama Tim FPsi
Rabu Sore, Tribun Stadion Mini Universitas Sumatera Utara hampir penuh terisi oleh Sporter Sepak Bola Fakultas Pertanian dan Fakultas Psikologi USU. Pasalnya pertandingan Big Match ini merupakan pertandingan guna mendapatkan tiket untuk melaju ke Semi Final pada Piala PR III USU. Dari Kubu Sporter Psikologi dihadiri oleh Ibu Dekan Fakultas Psikologi Prof. Dr. Irmawati, psikolog, Ibu PD III Fakultas Psikologi USU Ibu Filia Dina Anggaraeni, M.Pd, beberapa Staf pegawai FPsi USU dan sekitar 20an mahasiswa Psikologi USU. Sedangkan dari Kubu Sporter Pertanian dihadiri oleh sekitar 400an Sporter Mahasiswa Pertanian USU.
Akhir
Gambar 2. Sporter Tim Pertanian dan Sporter Tim FPsi
Dari menit awal setelah Kick Off babak pertama dimulai, barisan pertahanan FPsi sudah diserang habis-habisan oleh lawan, beruntung Tim FPsi memiliki penjaga gawang dan defender yang kuat. Hal ini terbukti dengan berpuluh-puluh serangan yang dilancarkan Tim Pertanian, tim pertanian hanya dapat menuai 1 gol dibabak pertama. Kepiawaian penjaga gawang juga terbukti dengan berhasilnya Edwin menggagalkan Pinalti yang dilakukan Pertanian setelah defender FPsi menjatuhkan lawan di kotak dua belas pas.
1
Gambar 3. Pemain Pertanian Berdarah Papua Dijaga ketat defender FPsi
Pada babak kedua, seolah tidak puas dengan hasil 1 gol di babak pertama, Tim Pertanian memasukan satu lagi pemain dari papua guna mendobrak pertahanan tim FPsi. Memang apabila dilihat dari segi pemain Tim Pertanian memiliki banyak pemain bintang, seperti 2 pemain papua, dan beberapa atlit sepak bola junior USU yang tidak diragukan lagi pengalaman dan skil individunya. Sampai menit akhir pertandingan tim pertanian hanya dapat meraih 1 gol dibabak kedua, sehingga skor akhir menjadi 0-2.
2
Gambar 4. Pembantu Rektor III Bapak Drs. Bongsu Hutagalung, M.si. menyapa Tim FPsi.
Usai pertandingan, Tim FPsi telah disambut diluar lapangan oleh Ibu Dekan Fakultas Psikologi Prof. Dr. Irmawati, psikolog, Ibu PD III Fakultas Psikologi USU Ibu Filia Dina Anggaraeni, M.Pd dan Bapak Pembantu Rektor III Drs. Bongsu Hutagalung, M.si. Mereka tersenyum dan mengacungkan jempol sembari mengucapkan "Kalian Hebat, Kami bangga kepada kalian". Seluruh sporter FPsi yang hadir pada saat itu mengaku bangga terhadap tim FPsi karena semangat juang mereka yg tinggi, hasil skor tidak menjadi hal yang utama, akan tetapi hasil kekompakan, kebersamaan dan semangat juang dalam membela Fakultas adalah hasil yang indah dan berharga pada pertandingan ini.

Senin, 11 Maret 2013

Tim Sepak Bola Psikologi USU


Tim Sepak Bola Psikologi USU Tundukan Tim FKG USU 4-2

Depan
Tim Sepak Bola Psikologi USU berhasil mengalahkan Tim Sepak bola Fakultas Kedokteran Gigi dengan Skor Telak 4-2. Tim Psikologi Asuhan Coach Jumani SE ini telah menguasai permainan di menit-menit awal pertandingan dan berhasil mencetak 2 gol terlebih dahulu di babak pertama. Akan tetapi Tim FKG USU sempat memberi perlawanan dengan menyamakan kedudukan di babak pertama sehingga skor menjadi 2-2.
Midle
Pada saat turun minum (Istirahat babak pertama) PD III Fakultas Psikologi USU Ibu Filia Dina Anggaraeni, M.Pd memberi semangat kepada Tim dengan turun langsung ke lokasi istirahat. Beliau meminta kepada semua pemain untuk bermain lepas dan tidak mengiraukan hasil pertandingan nantinya, hasil menang ataupun kalah tidak menjadi masalah, yang terpenting adalah mengerahkan segala kemampuan dan kekompakan Tim.
Benar saja, sejak kick off babak kedua dimulai, permainan tim Fakultas Psikologi menjadi lebih hidup. Permainan lepas yang ditunjukan tim berbuah 2 gol tersarang di gawang lawan pada babak ke-2 sehingga skor menjadi 4-2 sampai akhir pertandingan.
Akhir
Pada pertandingan antara Tim Sepak bola Psikologi USU melawan Tim Sepak bola FKG USU kali ini dihadirin oleh Ibu Dekan Fakultas Psikologi Prof. Dr. Irmawati, psikolog dan Ibu PD III Fakultas Psikologi USU Ibu Filia Dina Anggaraeni, M.Pd. Seusai pertandingan Ibu Dekan dan Ibu PD III dengan penuh rasa bangga turun kelapangan untuk mengucapkan selamat kepada mahasiswa Psikologi yang telah berhasil memenangkan pertandingan. Ibu Dekan juga memberi semangat kepada Tim Psikologi USU untuk tetap berjuang pada pertandingan selanjutnya. (EP)

Kamis, 07 Maret 2013

personality teory



Erich Fromm lahir di Frankfurt, Jerman pada tanggal 23 Maret 1900. Ia belajar psikologi dan sosiologi di University Heidelberg, Frankfurt, dan Munich. Setelah memperoleh gelar Ph.D dari Heidelberg tahun 1922, ia belajar psikoanalisis di Munich dan pada Institut psikoanalisis Berlin yang terkenal waktu itu. Tahun 1933 ia pindah ke Amerika Serikat dan mengajar di Institut psikoanalisis Chicago dan melakukan praktik privat di New York City. Ia pernah mengajar pada sejumlah universitas dan institut di negara ini dan di Meksiko. Terakhir, Fromm tinggal di Swiss dan meninggal di Muralto, Swiss pada tanggal 18 Maret 1980.

TEORI KEPRIBADIAN ERICH FROMM
Sebelum mengulas tentang teori kepribadian dari Fromm, beberapa pengalaman mempengaruhi pandangan Fromm, antara lain pada umur 12 tahun ia menyaksikan seorang wanita cantik dan berbakat, sahabat keluarganya, bunuh diri. Fromm sangat terguncang karena kejadian itu. Tidak ada seorang yang memahami mengapa wanita tersebut memilih bunuh diri. Ia juga mengalami sebagai anak dari orangtua yang neurotis. Ia hidup dalam satu rumah tangga yang penuh ketegangan. Ayahnya seringkali murung, cemas, dan muram. Ibunya mudah menderita depresi hebat. Tampak bahwa Fromm tidak dikelilingi pribadi-pribadi yang sehat. Karena itu, masa kanak-kanaknya merupakan suatu laboratorium yang hidup bagi observasi terhadap tingkah laku neurotis. Peristiwa ketiga adalah pada umur 14 tahun Fromm melihat irrasionalitas melanda tanah airnya, Jerman, tepatnya ketika pecah perang dunia pertama. Dia menyaksikan bahwa orang Jerman terperosok ke dalam suatu fanatisme sempit dan histeris dan tergila-gila. Teman-teman dan kenalan-kenalannya terpengaruh. Seorang guru yang sangat ia kagumi menjadi seorang fanatik yang haus darah. Banyak saudara dan teman-temannya yang meninggal di parit-parit perlindungan. Ia heran mengapa orang yang baik dan bijaksana tiba-tiba menjadi gila. Dari pengalaman-pengalaman yang membingungkan ini, Fromm mengembangkan keinginan untuk memahami kodrat dan sumber tingkah laku irasional. Dia menduga hal itu adalah pengaruh dari kekuatan sosio-ekonomis, politis, dan historis secara besar-besaran yang mempengaruhi kodrat kepribadian manusia.
Tema dasar dari dasar semua tulisan Fromm adalah individu yang merasa kesepian dan terisolir karena ia dipisahkan dari alam dan orang-orang lain. Keadaan isolasi ini tidak ditemukan dalam semua spesies binatang, itu adalah situasi khas manusia. Dalam bukunya Escape from Freedom (1941), ia mengembangkan tesis bahwa manusia menjadi semakin bebas dari abad ke abad, maka mereka juga makin merasa kesepian (being lonely). Jadi, kebebasan menjadi keadaan yang negatif dari mana manusia melarikan diri. Dan jawaban dari kebebasan yang pertama adalah semangat cinta dan kerjasama yang menghasilkan manusia yang mengembangkan masyarakat yang lebih baik, yang kedua adalah manusia merasa aman dengan tunduk pada penguasa yang kemudian dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat.

Harry Stack Sullivan
Harry Stack Sullivan lahir di suatu daerah pertanian dekat Norwich, New York, tanggal 21 Februari 1892, dan meninggal tanggal 14 Januari 1949 di Paris, Perancis dalam perjalanan pulang dari pertemuan eksekutif board dari world Federation for Mental Health di Amsterdam.
Ia menerima ijazah medis dari Chicago College of medicine and surgery pada tahun 1917, dan bekerja sama dengan tentara selama Perang dunia I, setelah perang ia menjadi officer medis dari Federal Board for Vocational Education dan kemudian menjadi officer pada Publik Health Service. Tahun 1922 Sullivan berangkat ke rumah Sakit St. Elizabeth di Washington DC dimana ia berada di bawah asuhan William Alanson White, pimpinan American Neuropsychiatry.
Dari tahun 1923 sampai awal tahun tigapuluhan ia berasosiasi dengan Medical School of the University of Maeeyland dan dengan Sheppard and Enoch Pratt Hospital di Townson, Marryland.Disitu merupakan periode kehidupannya dimana Sullivan menemukan Schizhophrenia yang kemudian memapankan reputasinya selaku clinician. ia meninggalkan Marryland dan membuka kantor di Park Avenue di New York City.
Pada saat itu ia memulai training analisa dengan Clara Thomson, seorang pelajar dari Sandor Ferenczi. Ini bukanlah pembukaannya yang pertama kepada Psikoanalisa. Ia menghabiskan kurang lebih 75 jam dari analisa, sementara ia masih menjadi mahasiswa kedokteran.
Pada tahun 1936, ia membantu dan menjadi direktur dari The Washing ton School of Psychiatry. Journal Psychiatry mulai dipublikasikan pada tahun 1938 untuk mempromosikan teori Sullivan tentang relasi-relasi interpersonal.
Ia menjadi ko-editor dan kemudian menjadi editor sampai ia meninggal. Sullivan bekerja sebgai konsultan untuk The Selective Service System , pada tahun 1940-1941, ia menjadi participant selama tahun 1948 di UNESCO Tensions Project, dimapankan oleh United Nations untuk mempelajari ketegangan yang berpengaruh dalam pengertian Internasional; dan ia ditunjuk sebagai anggota dari komisi Preparatory International untuk konggres Internasional dari Mental Health pada tahun yang sama..
The Structure Of Personality.
Sullivan berulang kali menekankan bahwa personality itu merupakan suatu kesatuan hipotetis yang murni, ‘suatu illusi’, yang mana tidak dapat diobservasi atau dipelajari secara terpisah dari situasi interpersonal. Bagian yang dipelajari ialah situasi interpersonal dan bukannya si individu. Tatanan kepribadian (The Organization of personality) lebih mencakup ‘interpersonal’ ketimbang hal-hal intra psikis. Kepribadian hanya dimanifestasikan pada saat individu bertindak dalam relasi terhadap satu atau lebih orang lain. Akan halnya individu itu sendiri tidak perlu dipermasalahkan, pada kenyataannya ia dapat berupa illusi atau figure yang bukan sesungguhnya.
Pengamatan, ingatan, berfikir, membayangkan dan seluruh proses psikologis yang lain adalah interpersonal di dalam karakternya. Bahkan ‘norturnal dreams’ pun tetap interpersonal, sejauh mereka merefleksikan relasi dengan orang lain di dalam mimpinya tersebut. Walaupun Sullivan menganggap kepribadian di dalam status hipotetis, tidak urung pula dia menerangkan bahwa ada suatu sentral dinamika dari berbagai proses yang muncul dari lapangan interpersonal itu
Kepribadian secara umum
Personality atau kepribadian berasal dari kata persona, kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Zaman Romawi. Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. Pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja dan tidak mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa berubah tergantung pada situasi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah karena sifatnya yang bersifat evaluatif (menilai), bagaimanapun pada dasarnya kepribadian itu tidak dapat dinilai “baik” atau “buruk” karena bersifat netral.
Kepribadian menurut Psikologi
Untuk menjelaskan kepribadian menurut psikologi saya akan menggunakan teori dari George Kelly yang memandang bahwa kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya. Sementara Gordon Allport merumuskan kepribadian sebagai “sesuatu” yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.
Lebih detail tentang definisi kepribadian menurut Allport yaitu kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas.
Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta diantara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. Sedangkan istilah khas dalam batasan kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa setiap individu memiliki kepribadiannya sendiri. Tidak ada dua orang yang berkepribadian sama, karena itu tidak ada dua orang yang berperilaku sama.
Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Dan tingkah laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kerpibadian tersebut.
Dari sebagian besar teori kepribadian diatas, dapat kita ambil kesamaan:
1. sebagian besar batasan melukiskan kerpibadian sebagai suatu struktur atau organisasi hipotesis, dan tingkah laku dilihat sebagai sesuatu yang diorganisasi dan diintegrasikan oleh kepribadian. Atau dengan kata lain kepribadian dipandang sebagai “organisasi” yang menjadi penentu atau pengarah tingkah laku kita.
2. sebagian besar batasan menekankan perlunya memahami arti perbedaan-perbedaan individual. Dengan istilah “kepribadian”, keunikan dari setiap individu ternyatakan. Dan melalui study tentang kepribadian, sifat-sifat atau kumpulan sifat individu yang membedakannya dengan individu lain diharapkan dapat menjadi jelas atau dapat dipahami. Para teoris kepribadian memandang kepribadian sebagai sesuatu yang unik dan atau khas pada diri setiap orang.
3. sebagian besar batasan menekankan pentingnya melihat kepribadian dari sudut “sejarah hidup”, perkembangan, dan perspektif. Kepribadian, menurut teoris kepribadian, merepresentasikan proses keterlibatan subyek atau individu atas pengaruh-pengaruh internal dan eksternal yang mencakup factor-faktor genetic atau biologis, pengalaman-pengalaman social, dan perubahan lingkungan. Atau dengan kata lain, corak dan keunikan kepribadian individu itu dipengaruhi oleh factor-faktor bawaan dan lingkungan.

Daftar Psutaka
Hall, Calvin dan dkk. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis).Yogyakarta: Kanisius
Suryabarata, Sumadi.2007.Psikologi Kepribadian.Jakarta: Raja Grafindo

By: Arif Mubarakallah (12-122)

Kamis, 28 Februari 2013

Perspektif Motivasi

PERSPEKTIF TENTANG MOTIVASI
Perspektif Behavioral

Perspektif behavioral menitik beratkan pada reward dan punishment eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi seseorang. Insentif adalah peristtiwa atau stimuli positif atau negatif yang dapat memeotivasi perilaku seseorang. Pendukung penggunaan insentif menekankan bahwa insentif dapat menambah minat atau kesenangan pada pelajaran, dan mengarahkan perhatian pada perilaku yang baik dan menjauhkan mereka dari perilaku yang tidak baik.
Insentif yang dipakai guru di kelas antara lain nilai yang baik, yang memberikan indikasi tentang kualitas pekerjaan murid, dan tanda bintang atau pujian jika mereka menyelesaikan suatu tugas dengan baik. Insentif lainnya antara lain memberi penghargaan atau pengakuan pada murid – misalnya memamerkan karya mereka, memberi sertifikat prestasi, memberi kehormatan, atau mengumumkan prestasi mereka. Tipe insentif lainnya difokuskan pada pemberian izin kepada murid untuk melakukan sesuatu yang spesial, seperti aktivitas yang mereka inginkan, sebagai ganjaran atas hasil mereka yang baik. Insentif ini berupa jam istirahat lebih, izin memainkan game di komputer, perjalanan, atau bahkan pesta.
Contoh: Orang tua mengajari anaknya dalam bentuk reward, setiap kali anaknya berbuat baik maka anak itu akan di beri reward. Dengan demikian dia akan termotivasi untuk terus berbuat baik.

Perspektif Humanistik

Perspektif humanistik menitik beratkan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih tujuan mereka. Perspektif ini berhubungan erat dengan pandangan Abraham Maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskan dahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi. Menurut Hierarki Kebutuhan Maslow, kebutuhan individual harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut :


· Fisiologis : lapar, haus, tidur
· Keamanan (safety) : bertahan hidup, seperti perlindingan dari perang dan kejahatan
· Cinta dan rasa memiliki : keamanan (seurity), kasih sayang, dan perhatian dari orang lain.
· Harga diri : menghargai diri sendiri
· Aktualisasi diri : realisasi potensi diri

Contoh: Seorang anak akan lebih termotivasi dan aktif dalam belajarnya apabila diberikan fasilitas kendaraan ke sekolah  dibandingkan dia harus naik angkot / antar-jemput.

Perspektif Kognitif

Menurut perspektif kognitif, pemikiran murid akan mengarahkan motivasi mereka. Minat ini berfokus pada ide-ide motivasi internal murid untuk mencapai sesuatu, atribusi mereka (persepsi tentang sebab-sebab kesuksesan dan kegagalaan, terutama persepsi bahwa usaha adalah faktor penting dalam prestasi), dan keyakinan mereka bahwa mereka dapat mengontrol lingkungan mereka secara efektif.
Jadi, perspektif behavioris memandang motivasi sebagai konsekuensi dari insentif eksternal, sedangkan perspektif kognitif berpendapat bahwa tekanan eksternal seharusnya tidak dilebih-lebihkan. Perspektif kognitif merekomendasikan agar murid diberi lebih banyak kesempatan dan tanggung-jawab untuk mengontrol prestasi mereka sendiri.
Perspektif kognitif tentang motivasi sesuai dengan gagasan R.W. White (1959), yang mengusulkan konsep motivasi kompetensi, yakni ide bahwa orang termotivasi untuk menghadapi lingkungan mereka secara efektif, menguasai dunia mereka, dan memproses informasi secara efisien. 
Contoh: Seorang Mahasiswa yang sedang menjalin hubungan cenderung akan berprestasi dalam belajarnya ketika ia bahagia menjalin hubungan dengan pasangannya. Akan tetapi jika ia tidak bahagia dalam hubungannya (patah hati) maka akan sangat berpengaruh pada prestasi belajarnya, prestasinya akan buruk dan ia tidak memiliki semangat atau motivasi lagi.

Perspektif Sosial

Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman, yaitu kebuthuhan sosial, teman, dicintai dan mencintai serta diterima dalam pergaulan kelompok karyawan dan lingkungannya. Kebutuhan afiliasi murid tercermin dalam motivasi mereka untuk menghabiskan waktu bersama teman, kawan dekat,keterikatan mereka dengan orangtua, dan keinginan untuk menjalin hubungan positif dengan guru.
Contoh: Seorang mahasiswa yang senang berteman dengan mahasiswa lain karena teman-temannya yang baik akan termotivasi untuk sering datang ke kampus (kuliah) karena ia merasa nyaman saat dia bersama teman-temannya dan itu dapat meningkatkan prestasi belajarnya.

sumber: buku psikologi pendidikan (john W. Santrock)
editing by: Arif mubarakallah (12-122)

Minggu, 24 Februari 2013

TvOne dan ARB



jujur, saya seorang yang sangat menyukai politik, mungkin saya selalu mengikuti perkembangan politik di indonesia maupun dunia. saya seorang yang sangat senang membaca koran dan menonton berita...tadi malam, tepatnya tanggal 24/02/2013 saya menonton acara yang ada di TvOne - Indonesia Lawyer Club. pembahasannya adalah "presiden menagih utang lapindo"..

TVONE ..........


Dalam penggunaan istilah saja pihak ARB dan Golkar tidak mau menggunakan sebutan yang umumnya dipakai untuk kasus lumpur ini, yakni “Lumpur Lapindo”. Mereka selalu menggunakan sebutannya sendiri, “Lumpur Sidoarjo.” Karena, sebutan “Lumpur Lapindo” dianggap mempunyai makna Lapindo-lah yang menyebabkan musibah itu terjadi. Padahal mereka tidak mau mengakui hal tersebut. Jadi, sebutan “Lumpur Sidoarjo”-lah yang dipakai. Seolah-olah Sidoarjo-lah yang bertanggung jawab sendiri atas semburan lumpur panas tersebut, bukan pihak Lapindo/ARB.
Jadi, siapakah yang sesungguhnya “pihak yang tidak bertanggung jawab”, itu ???

Mempolitisasi kasus lumpur Lapindo, dan memanfaatkan penderitaan korban lumpur Lapindo demi kepentingan politik jangka pendek ARB jelas-jelas tergambar pula dalam tayangan berita Kabar Petang di TV One (Senin, 28 Mei 2012). Yang menampilkan berita tentang 6 tahun musibah lumpur Lapindo, tetapi dari angle yang sama sekali berbeda. Dari sisi pemanfaatan TV One miliknya itu untuk pencitraan dan kepentingan politiknya itu kita maklumi saja. Tetapi, kalau memanfaatkan korban lumpur Lapindo yang selama ini dibiarkan terkatung-katung selama 6 tahun, dan kemudian sekarang seolah-olah sungguh-sungguh menaruh perhatian kepada meraka, padahal sebenarnya hanya memanfaatkan mereka demi kepentingan politik ARB dan Golkar? Apakah juga kita harus maklumi?

Kalau di mana-mana ARB dicerca karena kasus lumpur Lapindo, di TV One beliau justru menjadi pahlawan. Tayangan beritanya persis seperti di iklan-iklan kampanye capres. Sayangnya cara penayangan tersebut terkesan kuat dimanipulasi untuk mendapat kesan ARB sebagai sosok pahlawan korban lumpur Lapindo. Bahkan didukung masyarakat korban lumpur Lapindo. Sebaliknya, pihak pemerintahlah yang harus bertanggung jawab.
Di tayangan Kabar Petang itu diperlihatkan kunjungan ARB ke Ciamis, Jawa Barat, bertemu dengan sekelompok massa (saya lupa dari mana), dan sejumlah anak-anak sekolah yang membawa bendera merah-putih mengelu-elukan ARB, bak kunjungan seorang presiden. Di bawahnya tercantum teks: “ICAL: KEWAJIBAN DI WILAYAH PETA TERDAMPAK SUDAH TUNTAS”. Relevansinya apa antara isi berita, teks berita dan gambar tayangannya itu?
Orang yang kurang teliti menonton Kabar Petang itu, mengira bahwa kunjungan ARB itu adalah ke masyarakat korban lumpur Lapindo yang bermasalah itu. Padahal tidak. Tayangan videonya kunjungan dia ke Ciamis, tetapi teks di bawahnya menyatakan bahwa kewajiban Lapindo/ARB telah tuntas, dan seruan kepada pemerintah agar menuntaskan pembayaran ganti rugi kepada korban lumpur Lapindo. Secara teliti saya terus memperhatikan dan itu benar adanya.


Kalau memang ARB sudah yakin bahwa kewajiban pihaknya sudah tuntas, tentu dia tidak akan segan-segan datang berkunjung langsung, bertatap muka dengan masyarakat korban lumpur Lapindo itu. Diliput oleh TV One. Bukan seperti ini; lain gambarnya (kunjungan ARB di Ciamis dan dieleu-elukan), lain pula teksnya beritanya (tentang kewajiban ARB terhadap korban lumpur Lapindo sudah tuntas).
Dari tayangan di TV One itu juga terkesan bahwa masyarakat korban lumpur Lapindo telah diprovokasi, dengan mendorong mereka untuk menyerukan kepada pemerintah agar membayar ganti kerugian kepada mereka. Bukan lagi, menuntut kepada pihak Lapindo/ARB. Entah apakah itu seruan asli dari korban lumpur Lapindo, atau bukan, yang jelas di Kabar Petang itu TV One hanya menayangkan gambar sejumlah korban lumpur Lapindo, dan di bawahnya tercantum teks: WARGA BERHARAP PEMERINTAH BAYAR LAHAN MEREKA.
*
Di GlobalTV yang katanya akan mengfokuskan pada TV berita, Karni disinyalir ingin mengembalikan jati dirnya sebagai jurnalis profesional yang independen. dengan mengedepankan etika jurnalis yang tidak terbelengggu oleh masalah hukum, kepentingan bisnis dan politik dari sang pemilik.
Pemilik GlobalTV memang adalah Hary Tanoesoedibyo, yang telah masuk di jajaran Partai Nasdem. Juga adalah seorang pengusaha besar, seperti Aburizal Bakrie. Tetapi, dibandingkan dengan Aburizal Bakrie, tentu saja sampai hari ini relatif Harry jauh dari masalah-masalah besar. Tidak seperti Aburizal yang sarat dengan berbagai masalah, mulai dari kasus Gayus, Bakrielife yang masih bermasalah dengan nasabah-nasabah asuransinya, persoalan di Bursa Efek Jakarta, lumpur Lapindo, sampai konflik di internal Golkar.
Soal Golkar, yang disebutkan Karni Ilyas, tidak setiap hari, atau tidak sering-sering muncul di tvOne memang ada benarnya. Kita tidak seringkali disodori acara-acara Golkar di tvOne. Tidak demikian dengan MetroTV. Yang termasuk sering menyiarkan acara-acara yang diselenggarakan oleh Partai Nasdem, milik Surya Paloh. Cukup sering kita merasa seperti dipaksakan untuk menonton acara-acara seremodial Partai Nasdem yang sebenarnya tidak penting bagi kita.
Awak MetroTV, termasuk Pimpinan Redaksinya, tentu tak bisa berbuat banyak. Mana berani Pimpinan Redaksinya menolak acara Partai Nasdem itu ditayangkan diMetroTV?

Sumber : Indonesia Lawyer Club (24/02/2013)
by: Arif Mubarakallah (12-122)